Rabu, 19 Maret 2014

March Twenty

Selamat,
Nafasmu masih berguguran di udara bersamaan dengan desak  do’a pada dada
Soal harapan-harapan disela putus asa yang panjang
Mari kita rayakan
Kau dengan kue lezat di rumahmu, aku dengan sepiring biskuit bersama susu hangat
Duduk bersimpuh dihadapan Tuhan memohonkan untukmu barisan do’a-do’a yang tidak untuk kau dengar, melainkan untuk kau terima
Pun ia kasat mata, jangan banyak tanya. Rasakan saja!

Astungkara,
Semua yang baik, untukmu yang baik
Semua ijab kuharap menemui kabul
Aku akan bersulang untukmu dengan semesta
Melambaikan selamat jalan pada do’aku yang sudah tertiup angin untuk sampai ke tempatmu berada
Dan membungkus pita ucapan sebagai hadiah sederhana
Sebagai selamat, atas angka baru hidupmu yang kini genap limabelas



Selamat ulang tahun kamu yang selalu harus berjuang untuk mengejar apapun yang kamu mau. Berdiri kokoh dengan para pendukungmu dalam kerasnya tuntutan hidup yang kian hari kian kurang ajar. Tersenyumlah pada cobaan. Tertawalah pada mereka yang menyepelekan. Kelak suatu saat kamu akan tahu, bahwa menjadi Ellanisa Rastafari adalah berkah paling sakral di Bumi yang brengsek ini.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar