Selamat,
Nafasmu
masih berguguran di udara bersamaan dengan desak do’a pada dada
Soal
harapan-harapan disela putus asa yang panjang
Mari kita
rayakan
Kau
dengan kue lezat di rumahmu, aku dengan sepiring biskuit bersama susu hangat
Duduk
bersimpuh dihadapan Tuhan memohonkan untukmu barisan do’a-do’a yang tidak untuk
kau dengar, melainkan untuk kau terima
Pun ia
kasat mata, jangan banyak tanya. Rasakan saja!
Astungkara,
Semua
yang baik, untukmu yang baik
Semua
ijab kuharap menemui kabul
Aku akan
bersulang untukmu dengan semesta
Melambaikan
selamat jalan pada do’aku yang sudah tertiup angin untuk sampai ke tempatmu
berada
Dan
membungkus pita ucapan sebagai hadiah sederhana
Sebagai
selamat, atas angka baru hidupmu yang kini genap limabelas
Selamat
ulang tahun kamu yang selalu harus berjuang untuk mengejar apapun yang kamu
mau. Berdiri kokoh dengan para pendukungmu dalam kerasnya tuntutan hidup yang
kian hari kian kurang ajar. Tersenyumlah pada cobaan. Tertawalah pada mereka
yang menyepelekan. Kelak suatu saat kamu akan tahu, bahwa menjadi Ellanisa
Rastafari adalah berkah paling sakral di Bumi yang brengsek ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar