Sabtu, 12 April 2014

Aku Tahu dan Aku Lupa



Hidupnya begitu rumit
Memikirkan masalahnya adalah salah satu pekerjaan yang tak kunjung usai
Jika banyak manusia yang merendahkan diri, beda dengan dirinya dia direndahkan banyak orang
Dunianya rumit dan miskin, tapi jiwanya damai dan kaya

Dicaci maki tidaklah buruk baginya
Dihujam oleh kata-kata pahit dari si lidah tajam
Nada tinggi dua oktaf juga sering diterimanya
Aku tahu dia kuat

Pernah waktu itu
Aku lihat ketika dia kecewa
Entah kecewa karena Tuhan, semesta, atau perjalanannya
Matanya sempat memerah karena lelah mungkin

Ah, benarkah dia pernah merasakan lelah?
Rintangan berat hampir semua bisa dilaluinya
Ya, mungkin dia lelah dan terluka karena terlalu sering menderita
Aku lupa kalau dia masih manusia

Sabtu, 05 April 2014

Dunia Bekas


Sempit namun luas

Diam, tenang, dan damai



Terduduk seorang lelaki yang menjaga dunia itu

Diam suaranya, tapi imajinasinya tak berhenti bicara

Aku heran, lalu tertarik



Sebuah toko buku bekas kecil yang berdiri di sisi jalan

Rak dari kayu tua, novel klasik lusuh, dan buku-buku tipis yang menguning karena sangat lama diacuhkan

Aku iri, waktunya habis dimakan buku-buku karya orang hebat

Sedangkan aku, waktuku habis dimakan buku tak bermakna dan tak bercerita tentang kehidupan

Sekali dalam seminggu aku menyempatkan datang untuk membeli

Sekali dalam seminggu membuat buku-buku itu berjiwa



Tuhan, terimakasih telah jatuhkan dunia bekas nan damai ke dunia asli ini