Kalo ngomongin tentang resolusi 2014, udah pasti
selembar hvs itu bakal penuh diisi sama keinginan-keinginan gue yang super.
Super elit, super keren, super berbobot, super gak masuk akal, dan super-super
yang lainnya. Mulai dari jadi juara kelas, salaman sama Mario Teguh, punya
peliharaan gajah, sampai yang paling gak masuk akal seperti mau jadi peri.
Kertas resolusi yang gue tempel di pintu kamar itu
kian hari kian menarik aja, karena beberapa resolusi sudah ada tanda centangnya
yang menandakan bahwa resolusi tersebut sudah menjadi kenyataan *tepuk tangan
bangga*. Tapi, ada satu resolusi yang membuat gue berpikir apakah gue harus
mempercayai sekaligus memperjuangkannya. Kepo gak resolusinya apa? Enggak yah?
Yaudah. *ngambek sambil makan pisang goreng* Enggak deng gak ngambek, resolusi
gue yang satu itu adalah menginjakkan
kaki di daratan Inggris. Iya, di Inggris. Tapi gimana yah? Nabungnya
aja susah banget. Tiap punya uang, ada aja keperluan yang harus di bayar entah
kas mingguan di kelas, fotokopian tugas, ngejilid, dan keperluan lainnya. Kalo
ada sisanya gimana? Sisanya disimpan buat keperluan yang bakal ngantri di
keesokan harinya. Kan gak enak kalo minta-minta terus ke orang tua. Biasalah,
namanya juga pelajar. *Akurapopo*
Setelah men-scrolldown timeline twitter, gue menemukan
sebuah twitnya Koh Lexy (@aMrazing) yang diujungnya ada hashtag #InggrisGratis.
Waduh.. Udah Inggris, gratis pulak! Maksudnya apa yah? Gue udah jedag-jedug
disco aja sih bawaannya, bayangin tentang perjalanan gratis ke Inggris. Kalo
nungguin uang tabungan mungkin berangkatnya masih 2 tahun-an lagi kali yah? *senyum
malu*. Pertanyaan-pertanyaan semacam “Ke Inggris? Gratis?” dan “Apa ini yah
jalan yang dikasih sama Allah buat sampai di Inggris?” terus mondar-mandir di
pikiran gue. Akhirnya, gue stalking twitternya Koh Lexy tentang #InggrisGratis
dan ngebaca berulang-ulang biar jelas.
Dan gue memutuskan untuk mengikuti lomba ini, dan
membuat resolusi gue yang satu itu punya tanda centang. Bismillah!
Kenapa gue harus pergi ke Inggris? Di blog ini bakal
gue jelasin alasan-alasannya. Check it out!
Masa Kecil
Kalo ditanya tentang tontonan masa kecil, gue akan
menjawab bahwa tontonan gue waktu itu adalah Barbie. Serial Barbie favorit gue
adalah Barbie in the 12 dancing princesses, ituloh yang dibawah istananya ada
ruang dansa luas banget dan semua Barbie-nya punya kembaran. Lah terus apa
hubungannya Barbie sama pingin ke Inggris? Bagi gue sih ada hubungannya. Rata-rata
film Barbie latar tempatnya di Istana kan, walaupun ada juga yang di sekolah
maupun hutan. Dulu gue sering nanya ke mama tentang di mana sih istana Barbie
dibangun, tapi mama bilang kalo istana Barbie itu gak ada. Gak puas denger
jawaban mama, gue nanya tentang pertanyaan yang sama ke papa, dan papa menjawab
kalo istana Barbie itu ada di Inggris. Denger jawaban kayak gitu, gue seneng
banget dan bertekad suatu hari nanti gue harus dateng ke istananya Barbie di
Inggris *anak kecil emang gitu, guys*. Yahhh.. Walaupun beberapa tahun terakhir
gue tahu kalo istana di Inggris itu bukan istananya Barbie melainkan istana
Buckingham. Tapi karena dari kecil gue sudah punya impian buat datang ke
istana, dan sampai saat ini gue belum pernah ke istana. Semoga saja istana yang
pertama kali gue datengin adalah Buckingham Palace *aamiin*.
Harry Potter
Salah satu penyebab gue pingin ke Inggris itu film
Harry Potter. Tapi, gue gak ngefans sama Harry-nya melainkan sama Hagrid. Iya,
yang gendut itu. Menurut gue, Hagrid itu penyayang banget terbukti dari sikap
dia ke Harry selama Harry ada di Hogwarts. Terus? Terus kalian masih ingat kalo
Harry mau pergi ke Hogwarts, Harry harus datang ke Stasiun King Cross London,
platform sembilan tiga perempat. Disitu ada Hagrid juga yang menemani Harry dan
beberapa murid lainnya untuk menembus platform sembilan tiga perempat dengan
yakin. Jadi, sebagai penggemar film Harry Potter, khususnya penggemar Hagrid,
gue harus datang dan berfoto di platform tiga perempat. Siapa tahu, ada Hagrid
juga disitu..
I Will
Seperti yang kalian semua tahu bahwa The Beatles
berasal dari Inggris. Dan disana juga terdapat The Beatles Museum, yang di
dalamnya terdapat koleksi barang, alat musik, dan lainnya yang dipakai selama
perjalanan karier mereka.
I Will adalah salah satu lagu kesukaan gue. Lagu
tersebut dikarang oleh Band ternama asal Inggris, The Beatles. Lagu ini bisa
jadi salah satu kesukaan gue, karena lagu ini sering mama senandungin dan enak
didengar. Kok cuma I Will saja? KARENA, GUE GAK TAHU RATUSAN LAGU THE BEATLES
LAINNYA!! *merasa kudet*
Jujur, gue memang gak tahu sejarah, dan perjalanan
karier The Beatles. Yang gue tahu cuma The Beatles adalah grup band legendaris
yang berasal dari Inggris, dan pernah melakukan photoshoot di zebra cross. Tapi, gue pingin banget
berkunjung ke The Beatles Museum. Kenapa?
Biarpun gue gak tahu sejarah dan perjalanan karier
mereka, bukan berarti gue gak pingin tahu tentang sejarah dan perjalanan karier
mereka yah! PINGIN BANGET. Gue pingin tahu tentang sejarah lahirnya mereka,
pernah konser dimana aja, karakter musik mereka gimana, masih banyak lagi
sebenernya.
Kalau cuma pingin tahu tentang itu kan ada Google,
ngapain ke The Beatles Museum segala?
Iya, memang ada Google. Tapi, alangkah baiknya kalau
gue tahu dari museumnya langsung. Siapa tahu, habis datang kesana gue tertarik
dan menjadi penggemar The Beatles. Kan gak ada yang tahu.
Alun-Alun
Kota London
Alun-alun di negeri ini yang pernah gue datengin baru
alun-alun keraton di Jogja doang sih bareng keluarga besar, itu juga gak lama.
Kalo alun-alun di negeri sendiri sih gue gak tau namanya
apa, tapi kalo alun-alun di kota London sih gue tau namanya. Namanya Trafalgar
Square, dikasih nama kayak gitu tujuannya sih untuk memperingati pertempuran
trafalgar pada tahun 1805.
Trafalgar Square ini juga menjadi salah satu saksi
bisu dari The Royal Wedding antara Pangeran William dan Kate Middleton, karena
pasangan tersebut menjadikan Trafalgar Square menjadi tempat yang mereka lewati
dengan kereta kerajaan. *asik banget yah mereka hihihi*
Pernah gue baca di perpustakaan sekolah, bahwa di Trafalgar
Square ada Tugu Nelson yang tingginya mencapai 50 meter yang dibangun untuk
mengenang Laksamana Horatio Nelson dalam pertempuran Trafalgar pada tahun 1805
silam.
Kalo gue bisa kesini, gue harus banget nih foto di
depan Tugu Nelson *siap-siap kamera*
TAPI...
Semua alasan buat pergi ke Inggris udah gue urai di
atas.
Tapi.........
Sekarang, gue mau kasih alasan “Kenapa harus –gue- yang terpilih buat pergi ke
Inggris?”
Gue tahu ini kontes blog kelas berat yang setelah gue
search pengikutnya rata-rata author, traveller, traveller writer, ada juga sih
orang biasa kayak gue. Jujur, baru pertama kali gue ikut kontes blog semacam
ini. Kalo ngelihat hasil-hasil tulisan punya orang lain, gue ragu buat ikutan
karena menurut gue, gue belom cocoklah buat ikutan kayak gini. Gue bukan
author, atau traveller yang udah tahu banyak tentang perjalanan dan sebagainya.
Setelah gue liat persyaratan, disitu tertulis bahwa
semua orang bisa ikut tanpa membatasi umur. Gue baru bisa yakin untuk mulai
nulis. Di setiap nulis pun, gue berkutat sama hati gue tentang tulisan gue,
saingan gue, dan... banyak deh.
Walaupun gue ragu, gue tetep nulis alasan-alasan gue
buat pergi ke inggris. Karena gue gak akan tahu kalau gue gak nyoba. Gue juga
harus ngelawan keraguan dalam diri gue, semakin ragu maka gue akan semakin
terpojok dan gak akan nulis tentang ini semua. Tapi, setelah gue
post tulisan ini gue gak boleh ragu lagi. Menang kalah pasti ada yang penting
udah mencoba dan berusaha!
Semoga Allah mengizinkan gue lewat tulisan ini untuk
mencentang resolusi gue
tahun ini, yaitu pergi ke Inggris. Aamiin

