Sabtu, 05 April 2014

Dunia Bekas


Sempit namun luas

Diam, tenang, dan damai



Terduduk seorang lelaki yang menjaga dunia itu

Diam suaranya, tapi imajinasinya tak berhenti bicara

Aku heran, lalu tertarik



Sebuah toko buku bekas kecil yang berdiri di sisi jalan

Rak dari kayu tua, novel klasik lusuh, dan buku-buku tipis yang menguning karena sangat lama diacuhkan

Aku iri, waktunya habis dimakan buku-buku karya orang hebat

Sedangkan aku, waktuku habis dimakan buku tak bermakna dan tak bercerita tentang kehidupan

Sekali dalam seminggu aku menyempatkan datang untuk membeli

Sekali dalam seminggu membuat buku-buku itu berjiwa



Tuhan, terimakasih telah jatuhkan dunia bekas nan damai ke dunia asli ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar